Merasa Dilecehkan, Keluarga Korban Perkosaan Tolak Upaya Damai

  • Bagikan

OKU Timur – Keluarga Bunga (16) warga Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur yang menjadi korban pemerkosaan anak dibawah umur, menolak upaya damai dari keluarga pelaku.

Melansir sumsel.news, Rabu (15/9/2021) Keluarga korban merasa dilecehkan, dicoreng dan dihancurkan masa depan putri mereka. Keluarga berharap jika pelaku diberikan hukuman seberat-beratnya karena sudah memperkosa anak/cucu mereka yang berstatus di bawah umur.

“Kami minta dukungan kepada masyarakat dan pihak terkait, kami sekeluarga tidak mau berdamai dengan orang yang sudah merusak masa depan anak cucu kami.” Tegas kakek korban pada wartawan ketika dibincangi Selasa 14 September 2021.

Dengan suara bergetar, kakek korban meminta agar keluarga mereka diberi keadilan dan meminta kepada aparat penegak hukum memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelajku.

“Kami sudah terlanjur dibuat malu, masa depan cucu kami dirusak. Masa kami harus berdamai, atau malah ada yang bilang mau menikahkan mereka. Kami tidak mau. Harus diproses setegas-tegasnya.” Kata kakek korban.

Sebagai informasi kejadian ini bermula pada Agustus 2020 silam, saat itu Bunga mengalami kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh pelaku yang merupakan mantan pacarnya. Perkosaan dilakukan dua kali oleh pelaku. Korban Bunga mengaku tiap hendak melancarkan aksinya pelaku selalu mengancam akan membunuh korban atau keluarga korban.

Bacaan Lainnya
Polsek Martapura Kawal Bantuan PPKM Tepat Sasaran

Berada di bawah tekanan itu korban terpaksa meladeni nafsu pelaku.

Saat berita ini naik, proses hukum sudah berjalan. Saat ini pelaku sudah dititipkan oleh Kepolisian kepada pihak kejaksaan.

Kepada wartawan, kakek korban berkali-kali tegaskan tidak ingin berdamai dan meminta hakim di persidangan dapat memberikan keadilan terhadap keluarga mereka.

“Tolong pak jaksa dan pak hakim, tolong agar pelaku tidak diringankan, kami minta malah dihukum seberat-beratnya. Kami mintakan nurani aparat penegak hukum berpihak pada kami.” Tegas kakek korban lagi.

Pada pertengahan bulan Agustus 2021, keluarga Bunga dikagetkan beredarnya video rekaman tangkapan layar VC (Video Call melalui WhatsApp) yang isinya tak layak ditonton menyebar dikalangan masyarakat dan keluarga membuat keluarga shock berat.

Video yang beredar disosmed hasil direkam pelaku tanpa sepengetahuannya saat vidio Call, saat itu juga bunga dalam paksaan menanggalkan pakaian akibat takut ancaman dari pelaku.

Bahkan pada (18/10/2020), pelaku memaksa bunga untuk melayaninya layaknya hubungan suami istri, dengan ancaman pelaku akan membunuh dan memisahkan korban serta ancaman memisahkan keduanya orang tuanya melalui jalan mistik.

Bacaan Lainnya
Dendam Lama, Pria Di OKU Timur Ini Tewas Ditusuk 14 Kali

“Sebelumnya mereka pacaran tapi sudah putus, tapi pelaku masih main ke rumahnya, saat kejadian keduanya orang tuanya sedang berada di luar rumah bekerja,” sebutnya

Setelah Kakek menyadari bahwa korban sudah diperkosa oleh pelaku, selanjutnya Kakek membawa korban untuk dilakukan Visum di salah satu puskesmas di OKU Timur, dan langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Semendawai Suku III.

“Alhamdulillah setelah laporan pada 16 Agustus 2021, sekitar pukul 16.00 WIB. Pada pukul 07.00 WIB lebih sehabis Sholat Isya, pihak Kepolisian sudah menangkap pelaku,”ujarnya.

Sementara, Kepolsek Semendawai Suku III, IPDA Saparianto SH, mengkonfirmasi dan membenarkan telah menangkap pelaku pemerkosaan dan kini sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

“Iya benar, kini sudah dilimpahkan ke kejaksaan, Berdasarkan undang-undang perlindungan anak ancaman hukumannya sembilan tahun penjara, untuk berapa tahun hukumnya hakim nanti memutuskan,” terang IPDA Saparianto, Rabu (15/9), saat dikonfirmasi sedang mengikuti kegiatan vaksinasi di Semendawai Suku III.***/apen

  • Bagikan