GMNI OKU Timur Dialog “Nasib” Petani Bersama Wakil Ketua DPRD Sumsel

  • Bagikan

OKU Timur – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) OKU Timur lakukan silahturahmi dengan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan HM Giri Ramanda N Kiemas. Kamis (9/9/2021) di kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPC) PDI Perjuangan OKU Timur.

Melansir laman resmi pdiperjuangan-okutimur.id Jumat (10/9/2021), dalam pertemuan tersebut, DPC GMNI OKU Timur mendialogkan permasalahan NASIB KAUM PETANI “MARHAEN”  Sumatera Selatan, khususnya petani di Kabupaten OKU Timur.

Ketua DPC GMNI OKU Timur Budi Prasetiyo mengatakan bahwa masyarakat petani OKU Timur sedang tidak baik-baik saja.

“Dari hasil pengamatan dan dialog saat kami terjun langsung menemui petani OKU Timur, kami temukan kondisi dimana para petani sedang tidak baik baik saja,” Ujar Budi

Menurut Budi, ada beberapa pokok inti permasalahan masyarakat petani di OKU Timur, diantaranya masyarakat Petani Kab OKU Timur selalu mengeluh kelangkaan pupuk pertanian, petani selalu menjerit menangis “bukannya bahagia” saat musim panen tiba sebab ketika saat panen tiba hasil pertaniannya selalu turun drastis tidak sesuai dengan pengeluaran saat tahap proses pengelolaannya.

“Belum lagi masyarakat petani di tambah pengeluaran kebutuhan harian lainnya, serta pembiayaan pendidikan anaknya yang di rasa kebutuhan pendidikan yang tidak ringan,” terang Budi Prasetiyo

Bacaan Lainnya
Curi Motor Yang Sedang Parkir, RO Warga Kampung Tanjung Dalom Diamankan Tekab 308 Polsek Blambangan Umpu

Sementara Wakil Ketua DPRD Sumsel mangatakan tidak benar telah terjadi kelangkaan pupuk.

“Pertama permasalahan soal pupuk langka itu tidak benar, sebab persoalan kebutuhan masyarakat petani Sumatera Selatan di  sektor pupuk pertanian sudah di anggarkan di DPRD Sumsel, kalaupun kelangkaan pupuk itu didapati di lapangan  di masyarakat petani kemungkin itu di salah gunakan, pupuk itu keseluruhan untuk petani akan tetapi justru dibatasi, dan sisa pupuk tersebut mungkin di perjual belikan di kios kios pupuk pertanian milik pribadi,” jelas Giri

“Selanjutnya yang meski kita tahu bersama permasalahan harga jual hasil panen yang turun. Karena penurunan tersebut disebabkan pasokan pasar bertambah dan juga selalu terjadi musim panen bersamaan di sejumlah daerah di Sumatera Selatan, dan belum lagi di tambah kualitas hasil panen yang belum mencapai standar yang diharapkan.” Terang Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan

Selanjutnya Budi menambahkan “Bahwa permasalahan semacamnya juga perlu di refleksikan dan dipikirkan betul-betul kesejahteraan masyarakat petani khususnya daerah Kabupaten OKU Timur Sumatera Selatan yang dinobatkan daerah lumbung pangan,

Masalah benih, pupuk, dan lain-lain semua perlu dalam pengawasan yang serius,  agar produktivitas masyarakat petani Sumatera Selatan  bisa naik.” Tambah Budi

Bacaan Lainnya
Ini Pidato Lengkap Jokowi di Sidang Umum PBB

“Artinya peran GMNI OKU Timur mendatang akan lakukan pendampingan terhadap masyarkat petani, sesuai dengan asas perjuangan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia membela Kaum Marhaen “Petani” serta upaya ini akan menjadi salah satu proses belajar mengimplementasikan keilmuan kader kader GMNI OKU Timur yang di dapat di ranah akademik, sebab kita menyadari sejatinya marhaen letaknya di luar kampus.” Tegas Budi

“Secepatnya GMNI OKU Timur akan lakukan Machvorming dab Machtaanwending.” kata Budi Prasetyo selaku Ketua GMNI OKU Timur.

“GMNI yang berideologiskan marhaenis serta organisasi kader salah satu organisasi pengontor elit daerah, tentunya saya akan support kerja-kerja GMNI baik kerja secara organisasi maupun kerja secara ideologis, GMNI turun ke petani itu upaya yang bagus dengan lakukan pendampingan kepada masyarakat petani, namun jangan sampai lupa kaderisasi GMNI perlu berjalan di civitas akademik  sebab Basis kader GMNI letaknya di kampus, kaum terdidik, kaum intelektual, biar tidak jauh dari motto perjuangan GMNI, Pejuang Pemikir, Pemikir Pejuang.” Pungkas Giri Ramanda Kiemas, yang juga selaku PA GMNI Sumsel.

  • Bagikan