Bisnis Ayam Potong ditengah Pandemi Tetap Stabil Meski Omzet Sedikit Menurun

  • Bagikan

OKU Timur – Selama pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) melanda dunia termasuk Indonesia, banyak pengusaha kecil, menengah omsetnya turun drastis bahkan ada yang sampai gulung tikar.

Hampir semua bidang usaha terdampak wabah pandemi Covid-19. Namun tidak dengan usaha peternak ayam, atau usaha peternak lainnya yang mungkin dampaknya hanya sedikit bahkan ada yang tidak berdampak sama sekali.

Okta Yudistira (43), pengusaha ternak ayam potong tepatnya di desa Way Halom, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur yang disambangi SuluhJuang.com, Senin (6/9/2021) mengatakan, dirinya sudah mengembangkan usaha ternak ayam potong tersebut sejak 5 tahun terakhir dan hingga hari ini masih terus berlanjut meski di tengah pendemi Covid-19.

Bacaan Lainnya
Bupati OKU Timur Resmikan Fasilitas RSUD Martapura

“Ada sekitar 5 tahun lebih saya menjalankan usaha ternak ayam potong ini, walaupun di tengah pandemi Covid-19, Alhamdulillah belum ada dampak yang berarti,” kata Okta

Okta menjelaskan, pada umumnya pandemi Covid-19 ini tidak berpengaruh banyak pada usaha bidang ternak ayam potong, karena kebutuhan pasar tetap stabil meski di tengah pendemi Covid-19.

Namun demikian, sejak pendemi Covid-19 mewabah negeri ini, dirinya mengaku mengalami keterlambatan pembayaran dari konsumen dan penurunan permintaan ayam untuk hajatan.

Bacaan Lainnya
Masalah Utama Kendalikan Covid-19 Adalah Lemahnya Disiplin

“Memang sejak pandemi Covid-19 kita mengalami modal yang macet di pasaran, namun masih bisa kita atasi,” ungkap Okta

“Yang paling terasa mungkin permintaan konsumen untuk hajatan, pembatasan kegiatan sedikit membuat omzet turun,” jelasnya.

Lanjut Okta, untuk mensiasati penurunan omzet dari usaha ayam potong, Ia mengembangkan unit usaha lain seperti pertanian dan perikanan.

“Untuk mengimbangi penghasilan, saya saat ini mengembangkan usaha perikanan dan juga pertanian.” Pungkasnya

  • Bagikan